Jumat, 09 Desember 2016

Allah tidak pernah tidur



Allah Tidak Pernah Tidur

Aku lahir dan berkembang di suatu kota kecil diNusantara . Dengan kondisi ekonomi yang sangat tidak mumpuni, kami mampu menjalani kehidupan seperti halnya orang pada dasarnya . Dalam kesehariannya tidak banyak hal yang indah, tapi beginilah tuhan mentakdirkan kami .
Banyak batasan yang mengekangku untuk berkembang seperti anak pada dasarnya, mungkin karena saya satu-satunya anak laki-laki dari 4 bersaudara .
Didikan ayah saya mungkin dulu sangatlah keras yang tujuannya setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya ,dan dari itu saya tau cara menghargai oranglain ,bagaimana menghormati sesama umat beragama, hidup dengan penuh toleransi, juga banyak pelajaran yang tak ternilai harganya.
Banyak sekali masalah dalam kehidupan lampau saya mulai dari perselisihan ,pertengkaran ,ketidaksepahaman ,dan banyak lagi masalah yang diderita saat itu tepatnya sekitar tahun 2001-an . Namun tidak sedikitpun aku menyalahkan takdir , karena aku yakin bahwa Allah tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya .
Di kampung yang kami huni kami sering berpindah tempat tinggal ,mungkin sekitar 4-kalian kami berpindah rumah . sampai kami tinggal ditempat yang tidak mungkin kalian bayangkan ,karena tepatnya dulu kekuatan spiritual lebih utama di daerah kami .
Kemudian sekitar kelas 6 SD-an aku berpindah lagi tempat tinggal ke dusun sebrang untuk terakhir kalinya sampai dengan sekarang . Kami pindah rumah atas permintaan kakak yang ke-3 ,dan alhamdullilah disana kami dapat perekonomian yang lebih baik dibanding sebelumnya .Namun itu tidak terlepas dari bantuan kakak ke-3 saya ..disana kami mempunyai tanah yang luas ,rumah yang lumayan mempuni, dan perekonomian pun lebih baik dipandang orang . Ditepat tinggal baru itulah aku lebih berkembang dan mengenal suasana social sampai lulus Sekolah Menengah Kejuruan . Disekolah tersebut tidak banyak yang didapat karena sikap saya yang tidak mempunyai prinsip pada saat itu . Kemudian pendidikan disana sudah beres dan kakak ke-3 saya merekomendasikan untuk kuliah disuatu ibukota Negara besar Indonesia , Saya tidak yakin dengan kemampuan saya saat itu ….namun seiring berjalannya waktu saya mampu beradaptasi dengan lingkungan dan memiliki kemampuan yang lumayan ,bahkan mungkin saya mampu melampaui batas kemampuan jika saya mau untuk mengembangkannya .
Sebenarnya pada dasarnya kehidupan saya dari dulu sampai dg sekarang adalah suatu penelitian tentang kehidupan ,prinsip social, psikologis yang secara alami saya lakukan tanpa disadari secara logika, dan hal tersebut masih bergulir di otak kiri saya tentang arti kehidupan sesunguhnya . dan pada intinya setiap orang itu sama ,hanya saja tuhan membedakan beberapa takdir kehidupan yang sesungguhnya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar